Rabu, 16 Juli 2008

Is it realistic? Faith or stupidity?

Sesudah berjalan sekian lama, sampai sekarang, belum ada satu kontainer pun. Saya jadi berpikir, apakah memang realistis untuk meneruskan pekerjaan ini?

Format telah diganti, sekarang (Su)Trisno, Donny Sirait dan saya. Pekerjaan di Kotanopan dan di Solok telah dimulai. Pekerjaan di Solok telah dihentikan karena kadar yang rendah. Jadi saya putuskan untuk membeli yang biru kemilau dengan harga yang tinggi.
Lagi-lagi salah perhitungan.
Mudah2an permintaan batu biru kemilau dikerjakan oleh Pak Datuak dan Pak Don.

Pekerjaan di Madina dengan Jomin memang bertele-tele. Sudah lewat 5 minggu, hanya menghasilkan 850kg. Wuih....!

Tadi baru jumpa Evie ngantarin bumbu Tomyam titipan istriku tercinta. Kalau Tris tidak ikut, pengen deh curhat. Tapi, ya sudahlah, mudah2an sobatku ini tidak mengalami kesusahan yang kualami.

Jadi rencana kami, besok, mungkin kita mau pecahin batu, sortir, sudah itu ambil keputusan tentang langkah2 selanjutnya.

Kemarin dapat kabar lagi, kalau Hannah mengalami kelainan dinding perut.

Oh Tuhan, aku sudah capek, tolonglah aku! Please.

Minggu, 04 Mei 2008

Akhirnya .... (2) atau Awal ... ?

Sampai hari ini, Minggu, tgl 4 Mei 2008, kita belum produksi.

Seru juga, penantian, penantian dan penantian. Jadi, utk mengisi waktu, kemarin sewaktu masih di stockpile, gua pindah2in batang kelapa, cuci baju, eh sempat juga beli kancil. Serunya kita belum punya genset di lokasi, jadi tidak ada listrik. Terpencil dari rumah penduduk.
Kesendirian ini, membuat saya lebih banyak berpikir dan merenung. See myself as who I am.

Oh ya, saya juga mau bilang, saya sudah mengampuni kamu, Koko. Saya juga mengampuni kamu, KK. Juga berdoa semoga, Tuhan mengampuni dan memberkati kalian.

Hari ini, semangat baru, besok sore mau berangkat lagi ke lokasi.

Utk pendanaan, terpaksa mobil putih diajukan KPM dan mobil doublecab dijual, he he he....

Ayo, bersama Tuhan, kita pasti bisa. I love you, God. I love you. Thanks for your love.

Terima kasih juga, utk doa2nya dari temen. Semoga Tuhan memberkati kalian, juga.

Minggu, 16 Maret 2008

Akhirnya... (1)

Sesudah penantian yang panjang, akhirnya keluar juga satu ijin atas nama Koperasi untuk penambangan awal Geubrina.

Iya, senang sih, tapi saya punya perasaan ceritanya bakalan masih panjang nih perjuangan.

Memasuki, tahap jenuh....

Ada staff, Nofriendi, menyelam sambil minum air. Sambil disuruh ngurusin masalah kita di sana, malah nyari2 tambang besi yang bisa supply temannya. Udah itu tidak merasa bersalah lagi?

Kemarin, satu staff ahli, Analiser Halawa, Msc., tiba-tiba berhenti. Mintanya mula-mula sampai akhir bulan Februari, tapi baru tanggal 20-an, sudah minta pulang. Minggu kemarin, Risdinal Haris, juga minta pulang mendadak, menjelang penantian keluarnya ijin, kemarin. Dengar2 sih ternyata ada agenda2 tertentu, juga. Wah wah wah.

Pulang ke Medan, ternyata Andi, penunggu kantor, juga sudah tidak masuk kerja. Hari ini, penjaga pintu, kecelakaan, ditabrak entah apa, tapi katanya tidak sadarkan diri.

Lengkaplah sudah, sekarang tinggal 4 orang. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti di atas.

Tapi, dengan jumlah orang sedikit pun, kita bisa mencapai sesuatu yang besar, iya kan.

Minggu, 11 November 2007

Kesusahan Hidup

Wah, hari ini, puncak2nya stress melanda.
Dalam trip terakhir ke daerah, ketahuan deh ternyata kepala tim melakukan kecurangan. Emang benar kata orang tua, gunung dapat dipindah, tapi karakter tidak dapat diubah.

Saya sudah ambil keputusan untuk mengeluarkan semua yang curang dari tim. Meski itu berarti semakin lambatnya pekerjaan.

Yang baca blog ini jadi saksi ya, pokoke saya tidak mau menyerah; saya sudah lupa apa kata menyerah itu, sudah dihapus dari kamus. Saya mau masuk ke daerah-daerah, saya harus berhasil, saya harus kasih anak-anak itu sekolah. Ternyata banyak anak-anak yang tidak punya kesempatan ke sekolah. Saya harus bisa!

Oh ya, dapat kado juga dari Tuhan. Istriku lagi hamil yang ketiga. Moga2 cewek, sudah dua jagoan, he he he....

Oh ya, hari ini saya employ Pak Doni jadi consultant di geubrina utk bantu membangun sistem.

Habis nulis relieve rasanya....

Sabtu, 01 September 2007

An End of long Learning and A New Start

Since 1st September, Sugianto, who was the owner and marketing director of PT. Niaga Makmur Kekal Lestari, has released his ownership of PT. Niaga Makmur and resigned from his position.

The Team now is complete. One Geologist, One Geophysic Post Graduate, One Mine Design Post Graduate, Two Regional Directors and One Mine Site Manager. Mr. Sugianto will take care of finance and marketing. With great confidence, we believe we can make a new start, very soon.

Plans are made, targets are determined.

Selasa, 21 Agustus 2007

Geubrina, God's Given

PT. Geubrina Usaha was established legally in Medan, capital of North Sumatra Province, at 26th March 2007 by Sugianto Makmur and Juliana Henny.

Geubrina Usaha, literally means God's Given Corporation. It is not Indonesian language but Aceh Language, a dialect of people at the most North part of Sumatra Island.

The vision of this company is to exploit the mineral resources in Indonesia, started from Sumatra Island. The first target is to exploit lead ore and zinc ore.
But also, burdened, morally by the low quality of people's life around the mines site, Geubrina want to offer a long term program in education, seeing that in long term, only education can free the people from poverty. Geubrina plan to do two programs, the first is the scholarship direct to students and the second is the training and fund support to the teachers.

The first program is due to the fact that many children can not go to school because their family is so poor and education become a burden to the family.
The second program is under the consideration of that, with high quality teachers, we can expect better graduates.

We do not know how big the impact we can have. But, as we acknowledge Geubrina as God's Given, the question is how big the impact God can make through us.

Geubrina, started by God, as God is love, we want to do it with love, too.