Sesudah berjalan sekian lama, sampai sekarang, belum ada satu kontainer pun. Saya jadi berpikir, apakah memang realistis untuk meneruskan pekerjaan ini?
Format telah diganti, sekarang (Su)Trisno, Donny Sirait dan saya. Pekerjaan di Kotanopan dan di Solok telah dimulai. Pekerjaan di Solok telah dihentikan karena kadar yang rendah. Jadi saya putuskan untuk membeli yang biru kemilau dengan harga yang tinggi.
Lagi-lagi salah perhitungan.
Mudah2an permintaan batu biru kemilau dikerjakan oleh Pak Datuak dan Pak Don.
Pekerjaan di Madina dengan Jomin memang bertele-tele. Sudah lewat 5 minggu, hanya menghasilkan 850kg. Wuih....!
Tadi baru jumpa Evie ngantarin bumbu Tomyam titipan istriku tercinta. Kalau Tris tidak ikut, pengen deh curhat. Tapi, ya sudahlah, mudah2an sobatku ini tidak mengalami kesusahan yang kualami.
Jadi rencana kami, besok, mungkin kita mau pecahin batu, sortir, sudah itu ambil keputusan tentang langkah2 selanjutnya.
Kemarin dapat kabar lagi, kalau Hannah mengalami kelainan dinding perut.
Oh Tuhan, aku sudah capek, tolonglah aku! Please.
Rabu, 16 Juli 2008
Minggu, 04 Mei 2008
Akhirnya .... (2) atau Awal ... ?
Sampai hari ini, Minggu, tgl 4 Mei 2008, kita belum produksi.
Seru juga, penantian, penantian dan penantian. Jadi, utk mengisi waktu, kemarin sewaktu masih di stockpile, gua pindah2in batang kelapa, cuci baju, eh sempat juga beli kancil. Serunya kita belum punya genset di lokasi, jadi tidak ada listrik. Terpencil dari rumah penduduk.
Kesendirian ini, membuat saya lebih banyak berpikir dan merenung. See myself as who I am.
Oh ya, saya juga mau bilang, saya sudah mengampuni kamu, Koko. Saya juga mengampuni kamu, KK. Juga berdoa semoga, Tuhan mengampuni dan memberkati kalian.
Hari ini, semangat baru, besok sore mau berangkat lagi ke lokasi.
Utk pendanaan, terpaksa mobil putih diajukan KPM dan mobil doublecab dijual, he he he....
Ayo, bersama Tuhan, kita pasti bisa. I love you, God. I love you. Thanks for your love.
Terima kasih juga, utk doa2nya dari temen. Semoga Tuhan memberkati kalian, juga.
Seru juga, penantian, penantian dan penantian. Jadi, utk mengisi waktu, kemarin sewaktu masih di stockpile, gua pindah2in batang kelapa, cuci baju, eh sempat juga beli kancil. Serunya kita belum punya genset di lokasi, jadi tidak ada listrik. Terpencil dari rumah penduduk.
Kesendirian ini, membuat saya lebih banyak berpikir dan merenung. See myself as who I am.
Oh ya, saya juga mau bilang, saya sudah mengampuni kamu, Koko. Saya juga mengampuni kamu, KK. Juga berdoa semoga, Tuhan mengampuni dan memberkati kalian.
Hari ini, semangat baru, besok sore mau berangkat lagi ke lokasi.
Utk pendanaan, terpaksa mobil putih diajukan KPM dan mobil doublecab dijual, he he he....
Ayo, bersama Tuhan, kita pasti bisa. I love you, God. I love you. Thanks for your love.
Terima kasih juga, utk doa2nya dari temen. Semoga Tuhan memberkati kalian, juga.
Minggu, 16 Maret 2008
Akhirnya... (1)
Sesudah penantian yang panjang, akhirnya keluar juga satu ijin atas nama Koperasi untuk penambangan awal Geubrina.
Iya, senang sih, tapi saya punya perasaan ceritanya bakalan masih panjang nih perjuangan.
Memasuki, tahap jenuh....
Ada staff, Nofriendi, menyelam sambil minum air. Sambil disuruh ngurusin masalah kita di sana, malah nyari2 tambang besi yang bisa supply temannya. Udah itu tidak merasa bersalah lagi?
Kemarin, satu staff ahli, Analiser Halawa, Msc., tiba-tiba berhenti. Mintanya mula-mula sampai akhir bulan Februari, tapi baru tanggal 20-an, sudah minta pulang. Minggu kemarin, Risdinal Haris, juga minta pulang mendadak, menjelang penantian keluarnya ijin, kemarin. Dengar2 sih ternyata ada agenda2 tertentu, juga. Wah wah wah.
Pulang ke Medan, ternyata Andi, penunggu kantor, juga sudah tidak masuk kerja. Hari ini, penjaga pintu, kecelakaan, ditabrak entah apa, tapi katanya tidak sadarkan diri.
Lengkaplah sudah, sekarang tinggal 4 orang. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti di atas.
Tapi, dengan jumlah orang sedikit pun, kita bisa mencapai sesuatu yang besar, iya kan.
Iya, senang sih, tapi saya punya perasaan ceritanya bakalan masih panjang nih perjuangan.
Memasuki, tahap jenuh....
Ada staff, Nofriendi, menyelam sambil minum air. Sambil disuruh ngurusin masalah kita di sana, malah nyari2 tambang besi yang bisa supply temannya. Udah itu tidak merasa bersalah lagi?
Kemarin, satu staff ahli, Analiser Halawa, Msc., tiba-tiba berhenti. Mintanya mula-mula sampai akhir bulan Februari, tapi baru tanggal 20-an, sudah minta pulang. Minggu kemarin, Risdinal Haris, juga minta pulang mendadak, menjelang penantian keluarnya ijin, kemarin. Dengar2 sih ternyata ada agenda2 tertentu, juga. Wah wah wah.
Pulang ke Medan, ternyata Andi, penunggu kantor, juga sudah tidak masuk kerja. Hari ini, penjaga pintu, kecelakaan, ditabrak entah apa, tapi katanya tidak sadarkan diri.
Lengkaplah sudah, sekarang tinggal 4 orang. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti di atas.
Tapi, dengan jumlah orang sedikit pun, kita bisa mencapai sesuatu yang besar, iya kan.
Langganan:
Postingan (Atom)