Rabu, 16 Juli 2008

Is it realistic? Faith or stupidity?

Sesudah berjalan sekian lama, sampai sekarang, belum ada satu kontainer pun. Saya jadi berpikir, apakah memang realistis untuk meneruskan pekerjaan ini?

Format telah diganti, sekarang (Su)Trisno, Donny Sirait dan saya. Pekerjaan di Kotanopan dan di Solok telah dimulai. Pekerjaan di Solok telah dihentikan karena kadar yang rendah. Jadi saya putuskan untuk membeli yang biru kemilau dengan harga yang tinggi.
Lagi-lagi salah perhitungan.
Mudah2an permintaan batu biru kemilau dikerjakan oleh Pak Datuak dan Pak Don.

Pekerjaan di Madina dengan Jomin memang bertele-tele. Sudah lewat 5 minggu, hanya menghasilkan 850kg. Wuih....!

Tadi baru jumpa Evie ngantarin bumbu Tomyam titipan istriku tercinta. Kalau Tris tidak ikut, pengen deh curhat. Tapi, ya sudahlah, mudah2an sobatku ini tidak mengalami kesusahan yang kualami.

Jadi rencana kami, besok, mungkin kita mau pecahin batu, sortir, sudah itu ambil keputusan tentang langkah2 selanjutnya.

Kemarin dapat kabar lagi, kalau Hannah mengalami kelainan dinding perut.

Oh Tuhan, aku sudah capek, tolonglah aku! Please.

Tidak ada komentar: